Selasa, 02 September 2014
Senin, 11 Agustus 2014
BANAWA-DONGGALA KERAJAAN MARITIM: RIWAYATMU DOLOE, NASIBMU KINI i
Oleh:
Jamrin
Abubakar
(Peminat sejarah dan budaya di
Donggala)
BANAWA. Sebutan salah satu kecamatan sekaligus menjadi
pusat kedudukan ibu kota Kabupaten Donggala yang disebut kota Donggala. Pada
zamannya merupakan pusat kerajaan yang cukup berpengaruh di kawasan Barat Sulawesi Tengah. Karena itulah sangat menarik menyahuti ide mantan Wakil
Gubernur Sulteng Kiesman Abdullah agar pemekaran wilayah Pantai Barat diberi nama Kabupaten Banawa. Sebab, pada zaman kerajaan sebagian
wilayah yang berada di Pantai Barat Kabupaten Donggala berada dalam pengaruh kekuasaan Banawa.
Banawa dan Donggala, dua nama yang tak dapat dipisahkan. Bila mengacu catatan yang ada menyebutkan Donggala sebelum abad 15 (abad 14) sudah sering
disinggahi kapal niaga untuk perdagangan dan pencarian kayu cendana oleh
orang-orang Eropa. Bahkan bisa jadi, jauh sebelum abad ke-14
pun Donggala sudah ramai, mengingat
adanya pemukiman cikal bakal terbentuknya kota itu sudah cukup lama. Menurut hikayat, di salah satu permukiaman tua, yang kini
disebut Desa Ganti (dulu dinamai Pudjananti) merupakan cikal-bakal lahirnya
Donggala ketika permukiman yang kini jadi kota sebelumnya masih merupakan laut
teluk. Konon, air laut sampai di Ganti, sehingga pelabuhan lama berada dalam
teluk yang kini jaraknya empat kilometer dari pelabuhan sekarang. Sebagai
bukti-bukti arkeologi, menunjukkan di sekitar perkampungan menuju Ganti sangat
mudah ditemui batu karang dan pecahan-pecahan kerang hingga di tebing-tebing
bukit yang mengapit kota Donggala.
Senin, 04 Agustus 2014
5 KECAMATAN PENGHASIL BERAS UTAMA KABUPATEN DONGGALA
Dari 15 kecamatan penghasil beras di Kabupaten Donggala, terbesar berada di
Kecamatan Sojol dengan luas tanam 6.952 hektar dengan luas panen 5.623 hektar
yang hasil produksi tahun 2012 lalu 27.103 ton. Selanjutnya disusul Kecamatan
Dampelas sebagai penghasil padi kedua dengan luas tanam 6.444 hekar
dengan hasil produksi 26.848, Kecamatan Balaesang bersama Balaesang Tanjung
memiliki luas lahan sawah produktif 3.627 hektar dengan hasil produksi 18.322
toh dan Kecamatan Sojol Utara 2.692 hektar dengan hasil produksi 12.927 ton.
Sementara 10 kecamatan lain hasil lahan produksi padi sawahnya hanya
seluas 1.000 hektar.

Kelima kecamatan tersebut telah melaksanakan Deklarasi Pembentukan
Kabupaten Utara yang akan berpisah dari induknya Donggala beberapa waktu lalu.
Persiapan mekar tersebut selain luas wilayah dan jumlah penduduk cukup memadai,
juga karena potensi pertanian dan perkebunan cukup besar. “Hasil produksi panen
di Kabupaten Donggala setiap tahunnya mengalami peningkatan sesuai program dan
diakui terbesar itu berada di Pantai Barat Donggala,” ungkap Kasi Program Dinas
Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Donggala, Ishak Nazaruddin.
Secara keseluruhan wilayah Kabupaten Donggala pada tahun 2012 lalu
menghasilkan 118.567 ton beras dari luas panen 25.143 hektar. Produksi tersebut
mengalami peningkatan cukup besar dari tahun sebelumnya 111.861 ton dari luas
panen 23.893 hektar. (JAMRIN AB)
DONGGALA MASIH MEMILIKI LAHAN PERTANIAN LUAS
DONGGALA MASIH MEMILIKI LAHAN PERTANIAN LUAS
DONGGALA-Saat ini Kabupaten Donggala masih memiliki peluang pengembangan lahan
pertanian, mengingat kawasan sumber daya potensial yang dimiliki untuk
pertanian tanaman pangan, hortikultura dan peternakan masih cukup besar.
Menurut Sekertaris Dinas Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distanak)
Kabupaten Donggala, Rahmad Iqbal, potensi lahan pertanian Kabupaten Donggala
yang pemanfaatannya telah mencapai 51,98 persen tapi dari aspek ketahanan
pangan masih tetap eksis. Bahkan andil pertanian dalam per tahun Produk
Domestik Regional Bruto mencapai rata-rata 46,00 persen.
“Jadi walaupun Donggala sudah pisah dengan Kabupaten Sigi beberapa waktu
lalu, Donggala tetap memiliki sumber daya pertanian yang besar dan
mendominasi perekonomian di Kabupaten Donggala dan menjadi pendukung ketahanan
pangan nasional,” jelas Rahmad Iqbal di Donggala, Selasa (5/8).
Berdasarkan data yang ada di Distanak Donggala, saat ini potensi lahan yang
ada di wilayah Kabupaten Donggala berupa lahan sawah seluas 14.306 hektar,
lahan kering 208.917 hektar dan lahan pekarangan sebluas 24.120 hektar. Jumlah
tersebut merupakan bagian dari luas seluruh potensi lahan 247.343 hektar.
Sedangkan yang telah diamnfaatkan sekitar 128.565 hektar, sehingga menurut
Rahmad Iqbal masih ada 118.778 hektar yang memiliki peluang untuk dikembangkan
sebagai area pertanian masa akan datang.
Dalam pengembangan usaha tani Kabupaten Donggala, kata Rahmad melalui
program yang ada para petani didorong melakukan pengelolaan secara agrobisnis.
Di antaranya dalam pemanfaatan peralatan pertanian dari pemerintah digunakan
secara kelompok dan ditangani secara mandiri baik pemeliharaan maupun
pengelolaan, agar peralatan yang ada dapat digunakan jangka panjang. Upaya
tersebut dapat meningkatkan produksi pertanian terutama pengelolaan sawah yang
selama ini pencapaian produksi padi selalu memenuhi target. Tahun 2012 lalu
misalnya produksi padi mengalami kenaikan 7 persen dari tahun sebelumnya dengan
hasil 120.742 ton gabah kering giling.
“Luasnya lahan pertanian saat ini, maka tahun depan ditargetkan hasil
produksi terutama padi akan lebih meningkat lagi, apalagi belum lama ini
pemerintah pusat kembali memberi bantuan peralatan pertanian bagi petani
Kabupaten Donggala. Tentunya bantuan itu semakin menunjang pertumbuhan produksi
dan masyarakat petani akan lebih sejahtera,” jelas Rahmad Iqbal.(JAMRIN AB)
Minggu, 01 Juni 2014
DONGGALA: KEJAYAAN DAN KERUNTUHAN PELABUHAN KOTA NIAGA
Masih dalam cita-cita penulisan
Secara kultural dan historis pertumbuhan Kota Donggala
merupakan integrasi dengan pelabuhan lautnya.
Begitu pula sebaliknya, pelabuhan merupakan “ruh”
kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat
yang seharusnya tetap menjadi satu kesatuan
dalam membangunan Kota Donggala.
19 Oktober 2013
Jamrin Abubakar
(Penulis)
Jumat, 04 April 2014
Sabtu, 21 September 2013
Aleks Komang: Film Inspiratif buat Masyarakat Donggala
DONGGALA-Aktor film nasional Aleks Komang (53
tahun) menyatakan kebanggaan terhadap
masyarakat Donggala, terutama guru-guru sekolah yang menghadiri acara
nonton bareng film inspiratif di aula Kantor Bupati Donggala, Sabtu (21/9)
akhir pekan lalu. Nonton bareng tersebut sebagai rangkaian upaya persemaian nilai
budaya sebagai penguatan karakter budaya yang diprogramkan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI.
“Sambutan
masyarakat kota Donggala terhadap acara ini patut diapresiasi sebagai wujud
kepedulian dan rasa ingin tahu yang cukup besar, sehingga nantinya menjadi
inspirasi dalam membentuk karakter anak didiknya. Dalam pemutaran film yang
cukup panjang ini seluruh peserta menonton sampai acara berakhir dan mereka
sangat reponsif, sehingga saya sangat berbangga dan senang terhadap masyarakat
Donggala yang sangat antusias menyambut film inspiratif” ungkap Aleks Komang
pemeran utama film yang ditampilkan.
Produser Edwin Nazir bersama Aleks Komang saat menemui Wabub Donggala, Aly Lasamaulu di ruang kerjanya, Sabtu (21/9) 2013
Cuma
saja kata Aleks Komang, sayang pelaksanaannya hanya sehari sehingga tidak cukup
untuk lebih dekat dan berdialog. Ke depan program ini mestinya dapat pula
dirangkaikan dengan kegiatan workshop bagi guru-guru maupun peminat seni yang
dapat menginspirasi dalam penanaman nilai-nilai budaya yang berkarakter. Namun
demikian sebagai langkah awal, acara persemaian nilai budaya untuk memperkuat
karakter bangsa ini telah memicu rasa kebanggaan dan nasionalisme. Sementara
itu Wakil Bupati Donggala, Aly Lasamaulu saat membuka acara menyatakan terima
kasih terhadap Aleks Komang dan pihak Kemendikbud RI yang telah memilih
Donggala sebagai satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang dipilih untuk
nonton bareng film inspiratif. Tentunya hal tersebut menjadi kebanggaan
tersendiri sebagai kabupaten pilihan yang menurut Aly tidak lepas dari sejumlah
prestasi tingkat nasional yang diraih sehingga pemerintah pusat menjadikan
Donggala tujuan kegiatan nonton bareng. Selain Donggala yang jadi pilihan untuk
Pulau Sulawesi yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Goa, Sulsel.
Acara
nonton bareng di Donggala dibagi dalam tiga sesi, pertama khusus guru-guru
sekolah, kedua pelajar dan ketiga masyarakat umum. Film yang ditampilkan 9 Summers 10 Autumns yang dibintangi
Aleks Komang dan Ihsan Idol dan film Garud
di Dadaku 2 yang dibintangi Emir Mahira, Rio Dewanto, Aldo Tansani dan
Monica Sayangbati. Film tersebut betul-betul memberi spirit keteladanan dan
sebangat dalam bekerja menuju keberhasilan sesuai karakter bangsa sehingga
menjadi pilihan pihak kemendikbud untuk dibawa keliling Indonesia. Paling
mendapat sambutan penonton adalah film 9 Summers 10 Autumns karena sang bintang
Aleks Komang bersama produser Edwin Nazir (Angka Fortuna Sinema) hadir di
tengah penonton melakukan dialog interaktif. “Ini merupakan film pertama yang
saya buat dengan mengangkat dari sebuah buku dengan judul yang saya ditulis
Iwan Setiawan dari kota Batu, Malang Jawa Timur. Sebuah kisah nyata yang
betul-betul memberi inspirasi bagi siapa saja, sehingga saya memilihnya dan
mengajak Aleks Komang untuk menjadi bintangnya dan hasilnya mendapat sambutan
yang baik,” jelas Edwin Nazir pada sejumlah wartawan.
9
Summers 10 Autumns berkisah tentang Iwan Setiawan (diperankan Ihsan Idol) sosok
seorang anak hingga remaja laki-laki di antara empat saudaranya yang perempuan
hidup dalam kesederhanaan. Ayahnya (Aleks Komang) bekerja sebagai sopir angkot
tua begitu risauh terhadap nasib anak-anaknya di masa depan, sehingga dalam
mendidik begitu keras terutama pada Iwan yang dipanggilnya Lanang satu-satunya
perempuan. Dalam perjalanan hidup kemudian Iwan bertekad untuk rajin belajar meraih
mimpi-mimpinya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas hingga
bekerja dalam sebuah perusahan besar di New York dengan posisi salah satu pucuk
pimpinan. Tetapi kesuksesan itu tak membuatnya terlena di Amerika itu, pada
kahirnya ia tetap kembali ke tanah kelahirannya, Batu. Di sana ia menyatu
dengan keluarga dan membahagiakan kedua orang tuanya. (JAMRIN AB)
Langganan:
Postingan (Atom)






